Rabu, 08 Februari 2012

Mengerti keinginan kita karna rencana-Nya

Yohanes 14:13-14
14:13dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14:14Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
Apapun yang kita minta asalkan sesuai dengan kehendaknya Tuhan pasti berikan. Seorang manusia pasti juga akan memiliki suatu keinginan untuk memenuhi kebutuhannya, namun terkadang kita tidak sadar bahwa itu tidak baik buat kita
contoh sederhana
Seorang mahasiswa belajar di sebuah Universitas Faforit namun dengan jarak yang cukup jauh, di kampus nya yang cukup faforit itu kebanyakan mahasiswanya berekonomi diatas rata-rata, sehingga fasilitas yang dimiliki di atas rata-rata. seiring waktu berjalan Mahasiswa ini inginkan sebuah motor baru yang tren di kalangan anak muda, karna ia memiliki komunitas yang cukup Glamor. akhirnya ia merengek ke orang tua untuk dibelikan sepeda motor. namun selalu ditolak dan belum dapat tercapai. akhirnya ia kecewa dan pergi melampiaskan kekecewaan nya
Padahal disini Tuhan sudah erikan yang terbaik buat dia, dia memiliki motor sederhana namun cukup hemat dan nyaman untuk perjalanan jauh
oleh karena itu kenapa kita perlu tau kehendaknya terlebih dahulu 
Matius 26:42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!

Yang kedua 
Keinginan itu di ibaratkan seperti Orang yang hamil
"Kita sudah memilikinya namun menunggu waktu yang tepat untuk melihatnya"
jadi dalam  kita berharap, kita tidak akan mendapatkan nya secara langsung, membutuhkan waktu. maksudnya Tuhan ingin kita tau kapan kita dapat menerima tanggung jawab yang Tuhan akan berikan
atau Tuhan menunggu kita benar-benar siap
sehingga saat Tuhan berikan kita benar-benar mampu untuk bertanggung jawab atas apa yang kita inginkan 
Kisah Para Rasul 7:5 dan di situ Allah tidak memberikan milik pusaka  kepadanya, bahkan setapak tanahpun tidak, tetapi Ia berjanji akan memberikan tanah itu kepadanya menjadi kepunyaannya dan kepunyaan keturunannya, walaupun pada waktu itu ia tidak mempunyai anak.

Jadi yang perrtama kita harus mengerti apa yang dikehendaki Tuhan, kemudian kita yakini bahwa Tuhan akan berikan namun Ia menunggu kita siap untuk menerimanya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar